Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 November

Posted: November 22, 2009 in Iseng2

Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha Tahun 1430 Hijriyah jatuh pada hari Jumat, tanggal 27 November 2009, kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Rabu.

Menurut Nasaruddin, mengatakan penetapan Hari Raya Idul Adha dilakukan melalui sidang istbat (penentuan) oleh seluruh organisasi massa (ormas) Islam dan Badan Hisab Rukyat (BHR).

Menurut dia, ahli hisab dan rukyat seluruh ormas Islam yang jumlahnya 60 organisasi sepakat menetapkan tanggal 1 Dzulhijah 1430 Hijriyah jatuh tanggal 18 November 2009 berdasarkan perhitungan dan peneropongan tinggi bulan baru.

“Kita kemarin melakukan rukyat di seluruh titik yang biasa ditetapkan, baik yang dilakukan BHR maupun tim rukyat ormas Islam. Semua sepakat dengan hasil rukyat di Bukit Condro, Gresik itu. Maka resmi 1 Dzulhijah hari ini. Kita tinggal tambah 10 sudah Lebaran Idul Adha,” katanya.

Awal Dzulhijah dan Hari Raya Idul Adha 1430 Hijriyah yang ditetapkan pemerintah sama dengan yang ada dalam penanggalan sejumlah ormas Islam termasuk Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Irsyad, Persis dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).

“Kalau beda dengan waktu `wukuf` (berdiam diri-red) di Arafah tidak apa-apa karena wilayah hukumnya beda. Geografis beda,” jelasnya.

Idul Adha, yang di Indonesia juga disebut Hari Raya Kurban, merupakan peringatan peristiwa dalam sejarah Islam, yakni ketika Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Ismail atas perintah Allah Swt, yang kemudian mengganti Ismail dengan domba.

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari Idul Adha adalah puncak ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim di kota suci Mekah, Arab Saudi.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari untuk melakukan shalat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri.

Setelah shalat biasanya dilakukan penyembelihan hewan kurban, bisa sapi, kambing, domba, untuk memperingati peristiwa yang terjadi pada Nabi Ibrahim dan putranya. Daging hewan kurban selanjutnya akan dibagikan kepada fakir miskin. (antara)

Komentar
  1. dir88gun mengatakan:

    Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,
    Tanpa terasa, untuk sekali lagi, Idul Adha telah berlalu dari hadapan kita.
    Idul Adha…
    Simbol pengorbanan ikhlas dari seseorang untuk sesuatu yang dicintainya.
    Gema perjuangan baru setelah kita menjalani simulasi perjuangan di bulan Ramadhan.
    Sebuah momentum awal, untuk kesekian kalinya, guna mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

    Sekarang, mari kita renungkan sejenak,
    Sudahkah kita mengorbankan ego diri kita untuk memperbaiki keadaan umat?
    Sudahkah kita mengorbankan kepentingan dunia kita untuk memenuhi kebutuhan akhirat?
    Sudahkah kita mengorbankan kehidupan maksiat kita untuk kembali memperjuangkan syariat?
    Sudahkah kita mengorbankan sebagian rizqi yang telah diberikan kepada kita untuk bersyukur atas segala nikmat?

    Ingat saudaraku,
    maut dapat menjemput kita dimanapun dan kapanpun,
    seperti kita lihat telah dialami oleh hewan-hewan ternak ketika Idul Adha.
    Untuk itu, apabila kita belum mewujudkan rasa syukur kita,
    MARI KITA “BERKURBAN” SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA SEKARANG JUGA!

    Ketahuilah saudaraku,
    The man who seeks the world
    will get nothing except fading shadows.
    But…
    The man who walks the path of heaven
    will rule over everything.
    yang intinya, gunakanlah duniamu untuk akhiratmu!

    Selamat hari raya Idul adha.
    Semoga Allah memberikan keikhlasan dan kekuatan kepada kita untuk berkurban.
    Dan semoga setiap pengorbanan yang kita lakukan dibalas dengan sebaik-baiknya.

    Mohon maaf jika ada perkataan yang salah atau kurang berkenan.
    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, jazakallah.

    Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    http://eramuslim.com/nasihat-ulama/ustadz-fathuddin-ja-far-meneladani-konsep-pembangunan-nabi-ibrahim.htm
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/24/tunduk-dan-berkorban-demi-tegaknya-syariah-dan-khilafah/
    http://muslim.or.id/

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s