80% Konsumen Tak Mau Bayar Konten Web

Posted: November 21, 2009 in Iseng2

Forrester Research melakukan survey seputar kesediaan pengguna internet untuk membayar konten yang mereka akses. Ternyata, dari 4.700 responden di Amerika Serikat, 80 persen di antaranya tidak bersedia membayar untuk mengakses artikel koran dan majalah ataupun konten lain di Internet.

Sejak grafik tren pasar online advertising cenderung menurun secara signifikan selama 12 bulan terakhir, para penerbit mulai secara serius mempertimbangkan untuk mengenakan biaya bagi konten mereka sebagai alternatif pemasukan. Tetapi ternyata, langkah tersebut bukanlah hal yang mudah.

Selain 80 persen yang menolak, 20 persen responden yang menyebutkan bersedia membayarpun tidak begitu saja akan menerima beban biaya. Kelompok ini juga masih terbagi-bagi lagi dalam beberapa model.

Sebanyak 8 persen di antaranya bersedia membayar biaya langganan untuk dapat mengakses seluruh konten online di internet. Delapan persen lainnya akan membayar biaya langganan untuk mendapatkan konten online, dalam bentuk tercetak, dan lewat perangkat mobile. Sisanya lebih memilih model pembayaran per artikel yang mereka akses.

Temuan ini mengindikasikan bahwa penerbit perlu terus menghadirkan konten secara gratis dan mendapatkan penghasilan lewat iklan. Selain itu mereka juga perlu memasang harga khusus untuk konten premium yang bisa dibayar oleh pengguna lewat berbagai metode.

“Tidak ada satu platform dan satu model pembayaran yang bisa memuaskan seluruh pelanggan. Kesediaan pengguna untuk membayar sangat rendah,” kata Sarah Rotman Epps, ketua peneliti di Forrester Research pada blog-nya, 18 November 2009. “Penerbit perlu sangat fleksibel dalam mengakomodasi kebutuhan dari pelanggan yang berharga tersebut,” tulisnya.

Sebelum ini, santer dikabarkan bahwa Rupert Murdoch akan mengenakan biaya bagi pengguna yang ingin membaca artikel di media online miliknya. Bahkan ia berniat untuk melarang Google melakukan pencarian terhadap situs-situs dalam kelompok News Corp, grup media milik konglomerat Australia tersebut.

• VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s